Posts

Showing posts from 2019

Obrolan sepasang burung

"Aneh, ya?" "Kita?" "Akuuu, kamuu." "Memang, kan, masaa baru ngeh." "Lucu aja, gitu." "Kamu, aku sih engga." "Kamu lah yang suka ngelucu." "Kaya kita dong." "Iya yaa, jadi kita itu lucu, kan?" "Aneh apa lucu?" "Langka." "Harus dilindungi, dong." "Kan ada kamu." "Sekarang gimana?" "Masih belum." "Sampai kapan?" "Sabar, yaa, mungkin bentar lagi." "X atau Y?" "0, masih ditengah." "Tapi aku sayang." "Iyaa aku tauu."

Delima itu, buatku dilema

Delima itu, ingatkan-ku pada merah bibirmu. Daun itu, ingatkan-ku pada matamu. Cabang itu, ingatkan-ku pada lakumu. Dan duri itu, ingatkan-ku akan satu hal; tetap menggenggammu, walau sakitnya menusuk hingga ke kalbu atau mulai melepasmu, yang lukanya takan sembuh dibilas waktu. Delima itu, buatku dilema.

aku ingin, mencintaimu yang tak ingin

Kesalahan terbesarku, adalah mencintaimu. Yang kukira selama ini, kau begitu karena mencintaiku, dan aku dengan percaya dirinya ingin memastikan itu. Tapi, nampaknya, bayangan dicermin tersenyum saat kau tersenyum bukan karena ia ingin, tapi untuk segala yang ditakdirkan harus, mungkin saja jika ia bisa memilih, bayanganmu tak ingin membalas senyumanmu. Aku ingin, mencintaimu yang tak ingin.

Goresan-goresan kaca

Segelas kopi, sebatang rokok, dan sedikit senyuman-mu yang masih berbekas di ingatan yang menemani pagi-ku hari ini. Yaa, kau pergi, hilang, dan tak kunjung datang, namun segala tentang, masih tertancap di dalam kenang. Aku, si goblok yang memotek sebuah kaca hanya untuk sebuah ke-isengan, yang ber-ujung tak mampu memperbaiki, ataupun membuatnya utuh kembali, tolong, bagaimana caranya aku bisa memperbaiki-mu? Aku menyesal. Jika nanti kau tak kembali seperti semula, tentu, kekal aku menyesal. Maaf, aku tak seperti yang kau harap, juga ini buatku kalap. Terimakasih, karena tak pernah bosan tuk terima maafku, yaa.

Maaf - Tolong - Terimakasih

Terimakasih, atas segala sesuatu yang menyangkut dirimu, segala sesuatu yang berkaitan tentang-mu, segala sesuatu yang ada kaitannya dengan-mu. Dan maaf, atas segala sesuatu yang pernah ku tunjukan padamu, perihal hal-hal bodoh, yang sebenarnya aku tahu kau tak peduli. Terlalu keras aku inginkan-mu, hingga tak pedulikan apa yang gerak-gerikmu tunjukan. Dan benar saja, mencintaimu adalah sebuah pengkultusan, kau buatku rindu tiap malam-malam kelabu, kau buatku betah saat aku patah, kau hadir saat aku getir, hal-hal tak masuk akal yang bisa buatku segila ini memuja-mu. Kini, kau seakan tak mau peduli, terhadap semua waktu yang telah dilalui, semua kenang yang tertancap di dalam kening, boleh-kah ku hadir lagi? Tenanglah, aku takan mengusikmu, aku hanya ingin melihatmu, dari dekat, sebelum akhirnya kau buat sekat. Menyibuk-kan sekali hari ini, kau terlalu banyak hadir dalam pikirku, segala sesuatu yang pernah, hari ini kembali basah. Tolong, aku masih berharap padamu yang sedang mel...

Kekal kau sebagai sesal

Terimakasih, sudah selalu jadi sumber inspirasi, aku mencintaimu, aku merindukanmu, aku menginginkanmu, maukah kau? kuharap engkau mau, tak ada alasan untuk berhenti mengusahakanmu, jika saja rencana A tidak berjalan dengan ekspektasiku, tenanglah, alphabet masih punya 25 huruf yang belum terpakai. Lalu, jika alphabet habis? Untuk apa di ciptakan angka, kau lupa? Jelas, kan? Segila itu aku menginginkan-mu, segila itu aku memperjuangkn-mu, kau perlu bukti apa lagi? Kau mau cari yang bagaimana lagi? Jika semua yang ada pada lelaki ada di diriku, lantas, kau mau yang lain? Bodohnya kau, meninggalkan yang jelas-jelas berjuang keras, tak habis pikir aku, kalut aku dibuatnya. Kekal kau sebagai sesal.

kisah-kisah pendek, dengan cinta yang panjang #1

Cerita bermula di hari Senin pagi, ketika semua orang sedang ribut-ribut memilih dimana ia akan duduk, dibarisan mana mereka akan menetap, di bangku kusam mana mereka akan melewatkan hari-hari jenuh menjenuhkan. Berbeda dengan dia, seorang anak yang biasa saja, dengan tampilan lusuh walau matahari masih setinggi tiang bendera. Dia bergerak perlahan, melewati anak-anak yang telah mendapatkan singgasananya, tatapannya menuju dimana kakinya melangkah, ketika kepalanya bergerak keatas dengan sedikit rasa malu, matanya langsung tertuju pada seorang gadis manis berkacamata minus. Dia mendekatinya, tapi bukan untuk mendatanginya, ia hanya lewat, dan mencari bangku kosong, dan akhirnya, dia mendapatkannya, bangku jajaraan kedua dari kanan, di barisan ke 5 dari depan, dan ke 2 dari belakang, tepat menyilang dari bangku gadis yang entah siapa pikirnya. Kau bisa panggil dirinya Iko, seorang lelaki belasan tahun, yang baru mau dan sepertinya ingin mengenal apa itu cinta. Yang mungkin baginya ses...

kisah-kasih

Sudah lama, semenjak hari itu, dimana kau dan aku bertemu di tempat hijau dengan pepohonan rindang seteduh tatapanmu. Aku sang bocah lugu, yang mulai ingin nakal, memberanikan diri mencoba hal-hal baru, dan entah mengapa, kau seakan setuju dengan hal itu. Hingga akhirnya, aku, sang bocah lugu, dibuatnya tak menentu, bayangan akan dirimu menghantuiku, tiap malam-malam yang saru. Siang berlalu dengan tenang, dan malam tiba disapa sang senja, sedang bayangmu, datang tanpa diundang. Dan hingga detik ini;  Kita hanya dua orang yang punya kisah, tapi tak punya kasih. Kita hanya dua orang yang punya cerita, tapi tidak dengan cinta. Lalu, kita hanyalah dua orang yang sama-sama punya rasa, tapi berbeda masa.

Hujan di Hari Senin

Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski lapangan terlihat basah  Engkau masih terlihat indah Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski bendera tak jadi berkibar Engkau masih alasan sabar Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski cat sekolah tak lagi putih Engkau masih si penawar letih Dan tak ada hal paling indah selain hujan di senin pagi Meski tiang menjulang tinggi Kau tetap si pemilik hati

dariku, si tak tahu diri

Lagi-lagi, aku dibuatnya tak tahu diri. Pertemuan singkat meluluhkan hasrat, pada dia yang entah siapaku. melihatnya tertawa, melihatnya bercermin, melihatnya tersenyum, melihatnya menghisap sebatang rokok, sesuatu yang sangat ingin aku ulangi. padamu yang entah siapaku, dan aku-pun entah siapanya. apakah kemarin adalah pertemuan kita yang terakhir? sudahlah, kita sama-sama tahu bahwa kita tak bisa saling menggenggam. kita hanya ditakdirkan sebagai pengisi sepi di dalam diri masing-masing. jika saja nanti kita bisa bertemu (lagi), aku harap kau masih seperti biasanya. yang seolah inginkan tatap, tapi buatku meratap.

perihal waktu, tak ada yang benar-benar tepat

Haii cantik, Jangan buatku menunda, Jangan habiskan separuh hidupku untuk menunggu waktu yang tepat Seringnya, Saat aku sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat Kalau begitu, Aku yang terlambat? Atau kau yang sengaja biarkan waktu itu lewat?

catatan kecil untuk siburung

Meski sedang berkumpul dengan banyak orang, siburung selalu merasa dirinya sendiri. Banyak orang berbicara tentang kebanggannya akan suatu hal yang mungkin orang lain tak peduli. Senyum keterpaksaan selalu menghiasi wajah siburung, ia merasa sepi, kesepian lebih tepatnya. Ia berada di sekeliling orang-orang yang tak mempunyai satu frekuensi yang sama. Makanya siburung selalu diam di sarangnya, bukan karena ia sombong atau apa. Hanya saja, jika ia berada sendirian, ia tidak merasa kesepian, justru ia merasa tenang, senang, nyaman. Jika harus bilang, ia hanya kesepian karena tak ada orang yg bisa buatnya merasa ada, ia tak pernah menunjukan bagaimana ia saat bersama orang-orang yg satu gelombang dengannya, ayolah, kau harus menerima setiap konsekuensi dari alasan yang kau ambil, terbanglah kemanapun kau mampu, pergilah sejauh-jauhnya, jika suatu saat kau lelah, singgahlah. Tapi kau harus ingat, jangan membuat sarang disana, kau punya sarang, sarang yang bisa buatmu merasakan apapun...

dirimu - dirinya

Mencintai mu dan nya, alasan apa yang dibuat siburung hingga berani-beraninya bilang begitu? Hanya siburung yang tau, entah itu cuman perasaan lewat? Atau mungkin yang tumbuh? Bisa keduanya. Yang pasti, siburung inginkan dirinya, tanpa mau melepasmu. Egoiskan? Jelass, siburung menyadarinya, bahkan dia dengan sukarela jika dipanggil si tak tahu diri. Karena apa? Dirimu yang menemani tahun-tahun siburung, dan dirinya yang menemani malam-malam siburung tanpamu. Jika siburung harus memilih, kemanakah ia seharusnya singgah? Atau tidak keduanya? Tenanglah, biar waktu bekerja dengan semestinya.

Sebuah puisi : Bunga Tidur

Bunga tidur Bunga, kau indah sejukkan sukma tak luput teduhkan tatap Bunga, dekatimu aku terbujur kaku tertusuk sendu duri-durimu Bunga, izinkan aku memetikmu walau bersikut dengan waktu Bunga, memang benar kau harum dan tak seorangpun yang mengingkarinya Bunga, tolong. Enyahkan raksimu yang memenuhi isi pikiranku Bunga, aku lupa bahwa; kau harum, namun pada siapapun Dan pada akhirnya, bunga. Kau hanyalah bunga tidur untukku

Ketika otak-ku dimaki hatiku

Di hadapan-mu, bibirku selalu jadi yang paling lebar tersenyum, gigiku selalu ingin nampak semua saat tertawa, pipiku jadi yang paling merekah. Sayangnya, hatiku tak sependapat dengan mereka, dia jadi satu-satunya yang murung, bahkan seakan menahan  beban sendirian. "Maafkan aku hatiku, aku tahu kau tak sanggup." Otak-ku bergumam.  . "Tolonglah, pahami diriku, jadi kau enak, sekarang bisa senang-senang tertawa terbahak-bahak, lalu esok? Siapakah yang paling menderita dibanding kau? Tak habis pikir aku dibuatnya. Begonya dirimu, apakah dengan bertanya tentang lelaki yang dekat dengannya membuat-mu biasa-biasa saja? Tentu iya bagimu, tapi bagiku? Entahlah , biar kau yang jawab sendiri, lelah aku dibuatnya patah." Maki hatiku.

Perihal Jarak

Kau hanya perlu kenal dengan jarak, agar hidupmu tak semonoton itu. Aku kembali mendekati sang jarak, agar aku kembali bisa merasakan hal itu. Hal-hal yang tak aku dapati saat aku coba melupakannya. Dan saat ini, di bagian bumi yang sedang kupijak, aku kembali merasakan hal-hal yang jarak selalu beri. Dia berikanku rasa kerinduan. Dia kembali berikanku rasa kecintaan. Dia kembali berikanku rasa kenyamanan. Dia kembali lagi berikanku rasa pengharapan. Terimakasih, jarak. Kau buatku ingin pulang ke rumah. Dan bagiku, pulang adalah pertemuan dan rumah adalah seseorang.

Jangan jatuh, cinta

Apakah mencintaimu harus sebodoh ini? Aku masih tak habis pikir, dengan bagaimana isi dalam pikiranmu, kau mampu meyakinkanku dengan lisanmu, tapi sikapmu tak senada dengannya. Aku kecewa, sangat kecewa, hatiku lelah dan seakan ragaku setuju dengan alasan itu. Apakah ini saatnya aku harus menyerah?

Aku mencintai-Ku

Setelah hari-hari berlalu dengan saru, aku kembali merasakan keadaan hampa yang begitu menggebu. Aku sedang tidak ingin diganggu siapa-pun, dengan alasan apa-pun. Aku coba mengertikan semua orang, tapi tak ada satu-pun yang mampu mengertikanku. Dan disitulah salahnya, "sebaik apapun dirimu, kau tak bisa menyenangkan dan mengertikan semua orang". Jangan berharap perlakuanmu pada orang akan dapat timbal balik yang sama, semua orang tak seperti dirimu, kau harus pahami itu mulai sekarang. Dan akhirnya, aku hanya butuh aku, untuk menguatkanku, untuk mengingatkanku, bahkan untuk menampar diriku sendiri, dengan alasan apa-pun.

Dua cangkir kopi yang kuminum sendiri

Hari setelah jum'at pada tanggal 30 dibulan maret yang cukup membuat harimu basah karena terkena hujan. Aku duduk sendiri ditemani dua cangkir kopi yang ku minum berurutan dan senyumanmu yang tak mampu aku hilangkan di alam bawah sadarku. Di iringi kesunyian, di sadarkan oleh ingatan. Bahwa ternyata, aku candu ditemani ragamu. Candu mendengar obrolan-obrolan yang keluar dari bibir mungilmu, yaa tak mengapa memang kalau-pun yang sering keluar bukan namaku, setidaknya aku nyaman berada disampingmu. Walau kenyataannya, kupingku dan hatiku seolah bersekongkol untuk tak meng-iyakan itu.

halo, bunga tidurku

Lagi dan lagi, hatiku dibuatnya tak karuan, lagi. Tolong, setidaknya hargai usahaku untuk tak mau larut dalam hidupmu, untuk kedua kalinya. Jadi dirimu mungkin menyenangkan, jika tak suka dengan seseorang, tinggal bilang 'ga' beres, tak ada yang harus dipusingkan, masa bodo dengan dia yang menyatakan. Sedangkan dia? Seseorang yang mungkin cukup lama mengumpulkan sekepal keberanian untuk hanya sekedar menyatakan tanpa pengharapan, apa kau pernah memikirkan perasaannya? Tidak kan? Dan setelah dia hapus sedikit demi sedikit segala tentangmu di hati dan pikirannya, kau datang kembali. Entah apa maksud dan tujuanmu itu, apakah hanya untuk sekadar rekreasi? Entahlah. Tapi tolong, ini hati, bukan dunia fantasi.

centang dua biru

Hatiku dibuatnya kacau, hanya karena centang dua biru yang tak kunjung dapat balasan. Padahal biasanya seperti itu, aku-pun juga memakluminya, mungkin dia sibuk, atau sedang ada urusan lain. Tapi kata 'online' tanpa ada balasan sungguh buatku terganggu. Aku dibuatnya mati oleh hal-hal sepele.

gelapnya malam

Hari ini yang akan jadi kemarin jika menginjak esok, jum'at, 29 maret 2019. Entah-lah, kemarin jadi hari yang lumayan rumit, mungkin bukan yang lumayan, tapi salah satu diantara sekian hari yang lumayan rumit. Ketika aku hendak menjemputnya, bukannya rasa senang yang aku dapati, malah kesal yang aku terima. Bukan karena apa-apa, yaa aku melihatmu sedang asyik berbincang, tak tahu perihal apa karena aku hanya memandangnya dikejauhan, aku belum mau mendekatimu, aku masih ingin melihatmu dari jarak ini, yang mungkin kau takan nampak karena hari ini memang sudah malam, gelap menyelimuti kita dari pancaran lampu-lampu jalan. Aku sengaja menelponmu, beberapa kali malahan, kenapa tak kau angkat? Apa kau malu untuk mengangkatnya didepan teman-temanmu? Lalu kau anggap aku ini apa? Seorang abang gojek yang menunggu kepastian penumpangnya bahwa dia ada disebelah mana letaknya? Tidak lah, meskipun aku dianggap begitu, tapi aku menjemputmu karena inisiatif diriku sendiri, tak dipaksa olehmu...

Siburung, sebut saja begitu

Hallo, sesuai dengan judul, panggil saja aku siburung, dan yaa sebut saja begitu. Kau mau tahu alasannya? Ahh kurasa tidak. Tapi yaa tetap saja akan ku beritahu. Apasih yang terlintas dibenakmu pertama kali ketika membaca atau-pun mendengar kata burung? Pasti rerata akan langsung melihat seekor binatang yang punya sayap dan mampu terbang, yaa walaupun ada yang tidak, contohnya? (`)> yap betul, penguin. Kau tahu kan penguin? Burung yang tak bisa terbang dan tinggal di kutub utara ataupun selatan, yaa ada sebagian yang berada di kebun. Kebun binatang maksudnya. Ahh sudahlah, terlalu lama menyimpang, kau pasti bosan dan berpikir apa sih? Karena terlalu banyak ocehan dari aku sang pembual hehe. Burung, yaa sebut saja begitu, aku memanggil diriku dengan sebutan itu bukan karena apa-apa. Hanya saja aku suka membayangkan menjadi seekor burung. Dia bebas, terbang kemana-pun ia ingin, tak pernah mengeluh tentang 'mau makan apa besok?' Atau 'waduh chat semalam belum dibales do...