Meski sedang berkumpul dengan banyak orang, siburung selalu merasa dirinya sendiri. Banyak orang berbicara tentang kebanggannya akan suatu hal yang mungkin orang lain tak peduli. Senyum keterpaksaan selalu menghiasi wajah siburung, ia merasa sepi, kesepian lebih tepatnya. Ia berada di sekeliling orang-orang yang tak mempunyai satu frekuensi yang sama. Makanya siburung selalu diam di sarangnya, bukan karena ia sombong atau apa. Hanya saja, jika ia berada sendirian, ia tidak merasa kesepian, justru ia merasa tenang, senang, nyaman. Jika harus bilang, ia hanya kesepian karena tak ada orang yg bisa buatnya merasa ada, ia tak pernah menunjukan bagaimana ia saat bersama orang-orang yg satu gelombang dengannya, ayolah, kau harus menerima setiap konsekuensi dari alasan yang kau ambil, terbanglah kemanapun kau mampu, pergilah sejauh-jauhnya, jika suatu saat kau lelah, singgahlah. Tapi kau harus ingat, jangan membuat sarang disana, kau punya sarang, sarang yang bisa buatmu merasakan apapun...