Jangan lupa, sedikitpun
Hai, perempuan manis bermata panda, jangan lupa istirahat, jangan lupa makan, jangan lupa bahwa aku masih mencintaimu. Terdengar menjijikan bukan? Tapi aku benar, kata-kataku benar, hanya perasaan ini yang salah mungkin, mencintai seorang perempuan yang ketenarannya nyata, diakui dunia dan segala mahluk yang disebut manusia. Apakah salah satunya ini mampu dan pantas? Ayolah, jangan beri ia sedikit-pun harapan, jangan pernah sama sekali. Sebab ia takan mampu membendung tangisnya sendiri, takan mampu membendung kecewanya, biar ia berteman dengan harapan yang semu. Perempuan cantik dengan mata panda sebagai hiasan, jangan bilang jika hatimu hilang, jangan sedih jika hatimu perih, jangan mendesak jika hatimu sesak, dan jangan menangis jika hatimu teriris. Aku takan mampu mengobatinya, aku takan mampu pulihkannya, dan aku hanya mampu temani di setiap tangismu mulai mereda, tanpa pernah bertanya kenapa, tanpa pernah bertanya karena siapa, dan tanpa pernah tahu bagaimana bisa, sebab kulihat...