Posts

Showing posts from June, 2019

Kekal kau sebagai sesal

Terimakasih, sudah selalu jadi sumber inspirasi, aku mencintaimu, aku merindukanmu, aku menginginkanmu, maukah kau? kuharap engkau mau, tak ada alasan untuk berhenti mengusahakanmu, jika saja rencana A tidak berjalan dengan ekspektasiku, tenanglah, alphabet masih punya 25 huruf yang belum terpakai. Lalu, jika alphabet habis? Untuk apa di ciptakan angka, kau lupa? Jelas, kan? Segila itu aku menginginkan-mu, segila itu aku memperjuangkn-mu, kau perlu bukti apa lagi? Kau mau cari yang bagaimana lagi? Jika semua yang ada pada lelaki ada di diriku, lantas, kau mau yang lain? Bodohnya kau, meninggalkan yang jelas-jelas berjuang keras, tak habis pikir aku, kalut aku dibuatnya. Kekal kau sebagai sesal.

kisah-kisah pendek, dengan cinta yang panjang #1

Cerita bermula di hari Senin pagi, ketika semua orang sedang ribut-ribut memilih dimana ia akan duduk, dibarisan mana mereka akan menetap, di bangku kusam mana mereka akan melewatkan hari-hari jenuh menjenuhkan. Berbeda dengan dia, seorang anak yang biasa saja, dengan tampilan lusuh walau matahari masih setinggi tiang bendera. Dia bergerak perlahan, melewati anak-anak yang telah mendapatkan singgasananya, tatapannya menuju dimana kakinya melangkah, ketika kepalanya bergerak keatas dengan sedikit rasa malu, matanya langsung tertuju pada seorang gadis manis berkacamata minus. Dia mendekatinya, tapi bukan untuk mendatanginya, ia hanya lewat, dan mencari bangku kosong, dan akhirnya, dia mendapatkannya, bangku jajaraan kedua dari kanan, di barisan ke 5 dari depan, dan ke 2 dari belakang, tepat menyilang dari bangku gadis yang entah siapa pikirnya. Kau bisa panggil dirinya Iko, seorang lelaki belasan tahun, yang baru mau dan sepertinya ingin mengenal apa itu cinta. Yang mungkin baginya ses...

kisah-kasih

Sudah lama, semenjak hari itu, dimana kau dan aku bertemu di tempat hijau dengan pepohonan rindang seteduh tatapanmu. Aku sang bocah lugu, yang mulai ingin nakal, memberanikan diri mencoba hal-hal baru, dan entah mengapa, kau seakan setuju dengan hal itu. Hingga akhirnya, aku, sang bocah lugu, dibuatnya tak menentu, bayangan akan dirimu menghantuiku, tiap malam-malam yang saru. Siang berlalu dengan tenang, dan malam tiba disapa sang senja, sedang bayangmu, datang tanpa diundang. Dan hingga detik ini;  Kita hanya dua orang yang punya kisah, tapi tak punya kasih. Kita hanya dua orang yang punya cerita, tapi tidak dengan cinta. Lalu, kita hanyalah dua orang yang sama-sama punya rasa, tapi berbeda masa.

Hujan di Hari Senin

Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski lapangan terlihat basah  Engkau masih terlihat indah Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski bendera tak jadi berkibar Engkau masih alasan sabar Tak ada hal paling indah selain hujan di hari senin Meski cat sekolah tak lagi putih Engkau masih si penawar letih Dan tak ada hal paling indah selain hujan di senin pagi Meski tiang menjulang tinggi Kau tetap si pemilik hati

dariku, si tak tahu diri

Lagi-lagi, aku dibuatnya tak tahu diri. Pertemuan singkat meluluhkan hasrat, pada dia yang entah siapaku. melihatnya tertawa, melihatnya bercermin, melihatnya tersenyum, melihatnya menghisap sebatang rokok, sesuatu yang sangat ingin aku ulangi. padamu yang entah siapaku, dan aku-pun entah siapanya. apakah kemarin adalah pertemuan kita yang terakhir? sudahlah, kita sama-sama tahu bahwa kita tak bisa saling menggenggam. kita hanya ditakdirkan sebagai pengisi sepi di dalam diri masing-masing. jika saja nanti kita bisa bertemu (lagi), aku harap kau masih seperti biasanya. yang seolah inginkan tatap, tapi buatku meratap.