Kekal kau sebagai sesal

Terimakasih, sudah selalu jadi sumber inspirasi, aku mencintaimu, aku merindukanmu, aku menginginkanmu, maukah kau? kuharap engkau mau, tak ada alasan untuk berhenti mengusahakanmu, jika saja rencana A tidak berjalan dengan ekspektasiku, tenanglah, alphabet masih punya 25 huruf yang belum terpakai. Lalu, jika alphabet habis? Untuk apa di ciptakan angka, kau lupa? Jelas, kan? Segila itu aku menginginkan-mu, segila itu aku memperjuangkn-mu, kau perlu bukti apa lagi? Kau mau cari yang bagaimana lagi? Jika semua yang ada pada lelaki ada di diriku, lantas, kau mau yang lain? Bodohnya kau, meninggalkan yang jelas-jelas berjuang keras, tak habis pikir aku, kalut aku dibuatnya.
Kekal kau sebagai sesal.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah puisi : Bunga Tidur

Jangan lupa, sedikitpun

Kau tak perlu mengerti