dariku, si tak tahu diri
Lagi-lagi, aku dibuatnya tak tahu diri.
Pertemuan singkat meluluhkan hasrat, pada dia yang entah siapaku.
melihatnya tertawa, melihatnya bercermin, melihatnya tersenyum, melihatnya menghisap sebatang rokok, sesuatu yang sangat ingin aku ulangi.
padamu yang entah siapaku, dan aku-pun entah siapanya.
apakah kemarin adalah pertemuan kita yang terakhir?
sudahlah, kita sama-sama tahu bahwa kita tak bisa saling menggenggam.
kita hanya ditakdirkan sebagai pengisi sepi di dalam diri masing-masing.
jika saja nanti kita bisa bertemu (lagi), aku harap kau masih seperti biasanya.
yang seolah inginkan tatap, tapi buatku meratap.
Comments
Post a Comment