Goresan-goresan kaca
Segelas kopi, sebatang rokok, dan sedikit senyuman-mu yang masih berbekas di ingatan yang menemani pagi-ku hari ini. Yaa, kau pergi, hilang, dan tak kunjung datang, namun segala tentang, masih tertancap di dalam kenang.
Aku, si goblok yang memotek sebuah kaca hanya untuk sebuah ke-isengan, yang ber-ujung tak mampu memperbaiki, ataupun membuatnya utuh kembali, tolong, bagaimana caranya aku bisa memperbaiki-mu? Aku menyesal.
Jika nanti kau tak kembali seperti semula, tentu, kekal aku menyesal.
Maaf, aku tak seperti yang kau harap, juga ini buatku kalap.
Terimakasih, karena tak pernah bosan tuk terima maafku, yaa.
Aku, si goblok yang memotek sebuah kaca hanya untuk sebuah ke-isengan, yang ber-ujung tak mampu memperbaiki, ataupun membuatnya utuh kembali, tolong, bagaimana caranya aku bisa memperbaiki-mu? Aku menyesal.
Jika nanti kau tak kembali seperti semula, tentu, kekal aku menyesal.
Maaf, aku tak seperti yang kau harap, juga ini buatku kalap.
Terimakasih, karena tak pernah bosan tuk terima maafku, yaa.
Comments
Post a Comment