Delima itu, buatku dilema
Delima itu, ingatkan-ku pada merah bibirmu.
Daun itu, ingatkan-ku pada matamu.
Cabang itu, ingatkan-ku pada lakumu.
Dan duri itu, ingatkan-ku akan satu hal; tetap menggenggammu, walau sakitnya menusuk hingga ke kalbu atau mulai melepasmu, yang lukanya takan sembuh dibilas waktu.
Delima itu, buatku dilema.
Daun itu, ingatkan-ku pada matamu.
Cabang itu, ingatkan-ku pada lakumu.
Dan duri itu, ingatkan-ku akan satu hal; tetap menggenggammu, walau sakitnya menusuk hingga ke kalbu atau mulai melepasmu, yang lukanya takan sembuh dibilas waktu.
Delima itu, buatku dilema.
Comments
Post a Comment