Maaf - Tolong - Terimakasih
Terimakasih, atas segala sesuatu yang menyangkut dirimu, segala sesuatu yang berkaitan tentang-mu, segala sesuatu yang ada kaitannya dengan-mu.
Dan maaf, atas segala sesuatu yang pernah ku tunjukan padamu, perihal hal-hal bodoh, yang sebenarnya aku tahu kau tak peduli.
Terlalu keras aku inginkan-mu, hingga tak pedulikan apa yang gerak-gerikmu tunjukan. Dan benar saja, mencintaimu adalah sebuah pengkultusan, kau buatku rindu tiap malam-malam kelabu, kau buatku betah saat aku patah, kau hadir saat aku getir, hal-hal tak masuk akal yang bisa buatku segila ini memuja-mu.
Kini, kau seakan tak mau peduli, terhadap semua waktu yang telah dilalui, semua kenang yang tertancap di dalam kening, boleh-kah ku hadir lagi? Tenanglah, aku takan mengusikmu, aku hanya ingin melihatmu, dari dekat, sebelum akhirnya kau buat sekat.
Menyibuk-kan sekali hari ini, kau terlalu banyak hadir dalam pikirku, segala sesuatu yang pernah, hari ini kembali basah.
Tolong, aku masih berharap padamu yang sedang melupakanku bertahap.
Dan maaf, atas segala sesuatu yang pernah ku tunjukan padamu, perihal hal-hal bodoh, yang sebenarnya aku tahu kau tak peduli.
Terlalu keras aku inginkan-mu, hingga tak pedulikan apa yang gerak-gerikmu tunjukan. Dan benar saja, mencintaimu adalah sebuah pengkultusan, kau buatku rindu tiap malam-malam kelabu, kau buatku betah saat aku patah, kau hadir saat aku getir, hal-hal tak masuk akal yang bisa buatku segila ini memuja-mu.
Kini, kau seakan tak mau peduli, terhadap semua waktu yang telah dilalui, semua kenang yang tertancap di dalam kening, boleh-kah ku hadir lagi? Tenanglah, aku takan mengusikmu, aku hanya ingin melihatmu, dari dekat, sebelum akhirnya kau buat sekat.
Menyibuk-kan sekali hari ini, kau terlalu banyak hadir dalam pikirku, segala sesuatu yang pernah, hari ini kembali basah.
Tolong, aku masih berharap padamu yang sedang melupakanku bertahap.
Comments
Post a Comment